Jarum jam
serasa diganduli malaikat. Bagiku, kajian pagi ROHIS sangat membosankan. Masuk
telinga kanan keluar telinga kiri. Tak ada yang masuk ke pikiran, apalagi
sampai ke hati. Kalau tak karena mas gagah itu, aku tidak berangkat.
Aku
clingak clinguk mencari mas gagah.
Tidak ada. Hatiku bertanya, apa dia absen hari ini? No way. Dia kan ketua ROHIS, mana mungkin absen kajian. Dia selalu
hadir tepat waktu. Mengapa kali ini tak kunjung datang ? berjuta tanya menghinggapi
benakku.
Sementara,
pak ustadz yang sekaligus pembina ROHIS masih melanjutkan tausyiah. Tiba-tiba
terdengar suara, “Assalamuallaikum”.
Suara itu sangat tidak asing bagiku. Suara Khas yang indah memasuki telinga ku
dan seketika membuat seluruh syaraf tubuh ini bersemangat.
Kuarahkan
pandangan padanya sekilas. Kubenahi cara dudukku. Kurapihkan jilbabku berharap
ia melihatku, barang satu detik. “Afwan,
saya terlambat, tadi ban motor bocor di jalan”, Katanya pada forum.
Entahlah,
sumpah, salahtingkah. Muncul rasa khawatir dan penasaran. Bagaimana bisa
motornya bocor? Kena paku? apakah dia sampai jatuh? Di mana motornya bocor? Apa
ditengah jalan raya? Terus kalau tertabrak gimana? Seperti di film kartun,
kepalaku sudah mucul tanda tanya beribu, thuing
thuing. Haduh, rasa penasaran dan rasa khawatir merasuki diriku. Mungkin
aku lebay, tetapi itulah yang kurasakan.
Reza
Mahardika Pratama. Ya, dia dalam anganku kusebut sebagai mas gagah. Dia kelas 3
SMA, sementara aku baru kelas 1 SMA . jika ditanya alasannya, aku tidak bisa
menjawab, hadirnya selalu membangkitkan semangatku berdakwah di sekolahan.
Jam 10 malam
Telelet...hp
berbunyi. Tanda ada pesan masuk. Dengan menahan kantuk, kubuka inbox. Dari Lala, teman sebangkuku.
“Rin, maas Reza kecelakaan. Skarang dirawat di RS”.
Ku
kucek-kuce mataku puluhan kali. Ku ulangi membaca pesan singkat itu sampai lima
kali. Mungkin aku salh baca karena mengantuk. Ternyata aku tidak salah baca!
Seketika,
ku telpon Lala. Aku langsung minta tolong bapakku untuk mengantar ke rumah
sakait. Setengah jam perjalanan.
Kulihat
pak Mansur pembina ROHIS sudah berdiri di depan pintu UGD. Beberapa guru kelas
dan temen-temen ROHIS berjajar. Juga orang tua Reza. Wajah mereka sendu.
Aku
langsung mendekati pak Mansur. “Pendarahan di kepala. Kata dokter, sangat
kritis”.
Bulir
kristal bening membasahi kedua pipiku. Semakin lama semakin deras. Aku
bersandar di dinding rumah sakit. Badanku lemas, seperti tak berdaya berbuat
apa pun. Mungkin aku paling dramatis diantara yang lai di ruangan itu. Hingga
orangtua Reza mendekatiku.
Keesokan harinya
Di kelas,
pembicaraan semua siswa bertema tentang kecelakaan Reza semalam. Kedua mataku
seperti mata panda karena semalam banyak menangis.
Jam kedua,
mata pelajaran Fisika. Beberapa saat kemudian, pak guru mengabarkan kalau Reza
tidak tertolong.
Innalillahi wa inna illahi raji’un.
Hatiku seperti dihantam batu satu ton. Kami semua takziah.
Aku sulit
menggambarkan bagaimana keadaan di rumah Reza saat itu. Hanya pilu yang bisa
kukatakan. Mass gagah telah pergi untuk selama lamanya. Semuanya telah tertulis
di Lauhul mahfudz. Termasuk hari
kematian Reza itu.
Berulang kali
ku hirup napas panjang untuk menenagkan dan menegarkan diri. Sambil hatiku tak
berhenti berdoa.
Sepulang
takziah, aku mampir ke sekolahan. Hanya untuk membaca ulang artikel Reza yang
tertempel di mading ROHIS. Tepat di depan mushala sekolahan. Sebuah kalimat
yang menancap di hatiku adalah “ Jangan
berhenti berdakwah”
Kepergian
Reza, membuatku benaar-benar sadar. Percik merah jambu yang kurasakan padanya,
tak lain hanya membuat diriku riya. Berbuat
agar mendapat perhatian dan pujian darinya. Mengikuti kajian agar bisa
bertemu dengannya.
Astaghfirullah, betapa kotor hati ini,
berbuat bukan karena Allah. Sekarang, aku terbuka hati. Apa yang aku cintai
didunia ini, tidak kekal abadi. Hanya Allah SWT. yang kekal abadi. Sudah
sepatutnya berbuat karenaNya, bukan karena makhlukNya.
Terima kasih untuk kiriman
saudara Najwa Aulia di Depok.
Apabila berminat kirimkan kisah
atau pengalamanmu yang paling berkesan,
dan menginspirasi ke email
sertakan NAMA, KONTAK &
ALAMAT LENGKAP
Bagikan
Getar Dawai Hati
4/
5
Oleh
Unknown


